javascript:void(0)

Pages

Monday, December 31, 2018

Limbah Plastik jadi campuran Aspal

Limbah plastik mulai dilirik sebagai penguat dan penyetabil jalan aspal. Jalan raya terdiri atas 90% bebatuan, batu kapur, dan pasir, sedangkan 10% adalah bitumen atau aspal untuk merekatkan bebatuan dan pasir. Sementara, pelet plastik bersih dari pungutan limbah plastik diklaim dapat menjadi campuran bitumen/aspal, sehingga membuat jalan lebih tahan lama, bebas lubang dna patahan, dan stabilitasnya meningkat 40%. Semula, teknologi campuran limbah plastik dengan aspal ditemukan oleh Rajagopalan Vasudevan, Profesor Kimia di Thiagaraj College of Engineering (TCE), India. Dia mencampur aspal dengan biji plastik yang dipanaskan dengan ter panas. Tidak ada batasan tentang jenis plastik, semua jenis sampah plastik seperti kantong plastik, gelas plastik, botol plastik hingga aneka kemasan makanan ringan dapat dimanfaatkan. 

Aspal dibuat dengan cara campuran agregat dipanaskan hingga suhu 165 oC, kemudian biji limbah plastik (dicincang kecil-kecil) dicampurkan ke agregat selama 30-60 detik.Lalu aspal/bitumen dipanaskan pada suhu itu dicampurkan hingga menjadi campuran yang baik.
Rajagopalan Vasudevan
Pada tanggal 15 juni 2017 Indonesia (diwakili Safri Burhanuddin, Depitu Menko Bidang kemaritiman) meneken MoU di Bali dengan TCE India (pemilik paten, diwakili sendiri oleh Rajagopalan Vasudevan) guna mengganti semua jalan dengan jalan berbahan plastik sekitar 2017 hingga 2025 mendatang. Proyek pertama akan dibuat jalan di JCC (Jakarta Convention Center) dengan campuran plastik 10% (20% untuk plastik kresek, yang dicacah menjadi 4 mm, ~Rp.4000/kg) dengan biaya Rp.1 miliar/km, lebih murah dibandingkan dengan jalan konvensional (th 2014, Rp.27miliar/km). Di samping biaya jalan lebih murah, daya tahan jalan lebih lama, lebih bagus, lebih kuat, lebih stabil, dan pengurangan sampah secara nasional. Setiap kilometer jalan dengan lebar 7 meter, membutuhkan campuran plastik sebanyak 2,5-5 ton. Jumlah plastik tahun 2019 diperkirakan mencapai 9,52 juta ton atau 14% dari total sampah yang ada, maka limbah plastik tersebut dapat menyumbang kebutuhan jalan sepanjang 190.000 km.
Balai Litbang Kemen PUPR membuat pilot project pembangunan jalan di Bekasi. Sementara, uji-coba sepanjang 700m di Universitas Udayana, Bali telah diaksanakan. Harapannya Indonesia harus dapat mengurangi sampah plastik laut sekitar 70% hingga tahun 2025.

Jalan di Gloucester, UK
Lebih dari 100.000 km jalan di India adalah jalan berplastik (yang telah dibersihkan, dikeringkan, diperkecil), menurut Laporan WEF (World Economic Forum), sehingga mampu melawan banjir dan panas ekstrim. Jalan-jalan di Cumbria dan Gloucester, Inggris juga bersalut plastik yang 60 % lebih kuat, sepuluh kali lebih lama, dan tahan terhadap patahan dan lubang.




Disusun oleh Fathurrachman Fagi; WA 0812-1088-1386; ffagi@yahoo.com

Thursday, March 22, 2018

BICARA LEBIH EFEKTIF


Tulisan di bawah disadur dari info yang tersedia di sumber terbuka berikut (Speak More Effectively by Dale Carnegie).

BICARA LEBIH EFEKTIF  
(Oleh Dale Carnegie, DC)
 
Tulisan ini menguak rahasia ceramah / pidato / orasi / presentasi yang efektif dengan cara yang mudah, jelas, dan menggambarkannya secara gamblang. Bacalah, pelajarilah, dan garis-bawahilah bagian-bagian yang penting.

Bicara Di Depan Umum - Cara Cepat Dan Mudah
Jika anda mengetahui rahasia berbicara dan menulis yang efektif, maka anda mestinya dapat menghindarkan diri anda dari upaya sia-sia bertahun-tahun yang melelahkan. 

Habiskan Waktu Bertahun-tahun dalam Penyiapannya  

Rahasia cara cepat dan mudah berbicara di depan umum adalah
  1. Bicaralah sesuatu bila anda telah mendapatkan topik bicara yang tepat melalui studi panjang atau pengalaman; 
  2. Bicaralah sesuatu yang anda tahu, dan tahu bahwa anda tahu. Jangan habiskan waktu sepuluh menit atau sepuluh jam mempersiapkan bahan bicara: habiskan waktu sepuluh minggu atau sepuluh bulan. Lebih baik lagi, habiskan waktu sepuluh tahun; 
  3. Bicaralah sesuatu yang merangsang minat anda; 
  4. Bicaralah sesuatu yang menimbulkan keinginan mendalam anda untuk berkomunikasi dengan pendengar anda.
Guna menggambarkan apa yang  dimaksud, ambillah contoh seorang ibu rumah tangga GK yang tidak pernah menyampaikan pidato di depan umum sebelum dia bergabung dengan salah satu kelas training DC. Dia ketakutan. Dia takut bahwa berbicara di depan umum menjadi hambatan jauh melampaui batas kemampuannya. Namun, pada sesi keempat tentu saja, saat dia menyampaikan pidato/ceramah dadakan, dia membuat penonton terpesona. Saya memintanya untuk bicara tentang "Penyesalan Terbesar Dalam Hidupku". Ibu tsb kemudian menyampaikan ceramah yang sangat menyentuh kalbu. Pendengar hampir tidak dapat menahan linangan air mata. Saya tahu itu. Saya juga hampir tidak dapat menahan linangan air mata yang telah menggenang di mata saya sendiri.

Ceramahnya seperti ini: "Penyesalan terbesar dalam hidupku adalah bahwa aku tidak pernah tahu cinta seorang ibu. Ibuku meninggal ketika aku masih berumur satu tahun. Aku dibesarkan oleh bibi dan kerabat lain yang begitu asyik dengan anak mereka sendiri dan mereka tidak punya waktu untukku. Aku tidak pernah tinggal dengan salah satu dari mereka dalam waktu yang lama. Mereka selalu tidak suka melihat aku datang dan senang melihat aku pergi. Mereka tidak pernah memberikan perhatian kepadaku atau memberiku kasih sayang. Aku tahu aku tidak diinginkan. Bahkan, sebagai seorang anak kecil aku dapat merasakannya. Sering aku menangis sampai tertidur, karena kesepian. Keinginan terdalam hatiku adalah meminta seseorang untuk melihat buku raporku dari sekolah. Namun, tidak seorangpun yang pernah melakukannya. Tak seorangpun yang peduli. Semua yang kudambakan sebagai anak kecil adalah cinta, dan tidak seorangpun yang pernah memberikannya kepadaku".
Apakah ibu tsb menghabiskan waktu sepuluh tahun mempersiapkan ceramah itu? Malah lebih dari itu. Dia telah menghabiskan waktu dua puluh tahun. Dia telah mempersiapkan dirinya sendiri untuk membuat ceramah itu ketika dia menangisi dirinya sendiri hingga tidur sebagai anak kecil. Dia telah menyiapkan dirinya untuk membuat ceramah itu ketika hatinya sakit, karena tidak seorangpun mau melihat rapornya dari sekolah. Pantas dia mampu menyampaikan ceramah tentang topik itu. Dia tidak dapat menghapus semua kenangan awal dari pikirannya. Dia telah menemukan kembali sebuah gudang kenangan tragis dan perasaan yang jauh terpendam dalam dirinya. Dia tidak harus memompanya keluar. Dia tidak harus bekerja untuk membuat ceramah itu. Semua yang harus dia lakukan adalah membiarkan perasaan terpendam dan kenangan-kenangan itu berdesakan keluar sampai ke permukaan seperti minyak memancar dari sebuah sumur.
Tekanan dan beban hidup membuat ceramah yang baik itu akan menjadi mudah dan ringan. Ceramah tidak efektif adalah biasanya sesuatu yang ditulis, diingat, dilebih-lebihkan, dan dibuat-buat. Ceramah yang baik adalah ceramah yang tersusun rapi dalam diri anda dan mengalir seperti sebuah air mancur. Banyak orang membicarakan cara saya berenang, saya berjuang, melawan arus air, dan memanfaatkan diri sendiri dengan baik seperti yang dilakukan oleh para ahli. Para pembicara yang buruk, seperti para perenang yang buruk, kaku, tegang, dan memelintir diri mereka sendiri dalam kesulitan, sehingga mengalahkan tujuan ceramah mereka sendiri.
Bahkan orang-orang dengan hanya kemampuan berbicara biasa-biasa saja dapat membuat ceramah yang luar biasa jika mereka akan berbicara tentang sesuatu yang sangat mengusik mereka. Saya melihat ilustrasi mencolok itu beberapa tahun yang lalu ketika saya sedang melaksanakan kursus di tempat lain di Brooklyn. Itu adalah contoh yang saya ingat seumur hidup. Hal itu terjadi seperti berikut:
Kami memiliki sesi yang dimaksudkan untuk ceramah dadakan. Setelah kelas terbentuk, saya meminta mereka untuk berbicara tentang "Apa (jika ada) yang Salah dengan Agama?"
Salah satu peserta kursus (pria, yang tidak lulus SMA) melakukan sesuatu terhadap penonton yang belum pernah saya lihat dilakukan oleh pembicara lain di tahun-tahun saya melatih orang-orang untuk berbicara di depan umum. Ceramahnya begitu lancar, dan ketika dia selesai, setiap orang di ruangan itu berdiri senyap menghormatinya.
Pria ini menceritakan tentang tragedi terbesar dalam hidupnya: kematian ibunya. Dia begitu hancur, sangat berduka, sehingga dia tak ingin hidup lagi. Dia berkata bahwa ketika dia pergi keluar rumah, meski hari cerah, itu terasa seolah-olah dia hanyut dalam suasana kabut.
Dia merindukan mati. Dalam keputus-asaan, ia pergi ke gereja, berlutut, menangis, dan berdo’a, dan mengharapkan kedamaian datang padanya - dia pasrah berserah diri kepada Illahi: "Wahai Tuhanku, ini bukan kehendakku, tetapi ini kehendak-Mu, Engkau yang lakukan”.
Saat dia menyelesaikan ceramahnya, kata dia, yang menirukan suara penyampai wahyu: "Tidak ada yang salah dengan agama! Tidak ada yang salah dengan kasih Tuhan"
Saya tidak akan pernah lupa bahwa ceramah itu memberikan dampak emosional. Ketika saya mengucapkan selamat kepada pembicara itu tentang ceramahnya yang begitu lancar, ia menjawab: "Ya, dan aku membuatnya tanpa persiapan apapun.”
Persiapan? Yah, memang dia tidak menyiapkan ceramah itu. Sebenarnya, saya tidak tahu pasti apa yang dimaksud dengan persiapan. Dia bermaksud, tentu saja, dia tidak memberitahukan dulu bahwa dia akan berbicara tentang topik itu. Saya senang dia tidak melakukannya, sebab jika dia memberitahukan terlebih dahulu, kemungkinan ceramahnya kurang efektif. Dia mungkin telah mengupayakannya dan mencoba untuk membuat ceramah buatan. Namun sebaliknya, dia lakukan seperti apa yang Ibu GK lakukan beberapa tahun kemudian - dia berdiri, membuka hatinya, dan berbicara seperti seorang manusia bercakap-cakap dengan yang lain.
Hakekat dari masalah ini adalah dia sedang menyiapkan ceramah itu ketika dia berlutut, menangis dan berdo’a. Kehidupan, perasaan, fikiran, keabadian adalah "lontaran dan anak panah keberuntungan" – itulah persiapan terbaik yang belum pernah dirancang baik untuk berbicara maupun menulis.
Lihatlah dalam Diri AndaTopik-topik yang Akan Anda Bicarakan

Apakah para pemula tahu bahwa mereka perlu mencari topik-topik di dalam diri mereka? Tahukah mereka? Mereka bahkan tidak pernah mendengar itu! Mereka malah cenderung mencari topik-topik dalam majalah. Sebagai contoh, saya ingat suatu saat ada pertemuan di kereta bawah tanah, salah seorang mahasiswa kami – wanita yang berkecil hati, karena dia hanya membuat sedikit kemajuan dalam kursus ini. Saya bertanya padanya apa yang telah dia bicarakan minggu lalu. Saya menemukan bahwa dia berbicara tentang apakah Mussolini harus diizinkan untuk menyerang Ethiopia. Dia mendapatkan informasi dari sebuah artikel di majalah Time. Dia telah membaca artikel itu dua kali. Saya bertanya apakah dia tertarik pada topik itu, dan dia berkata, "Tidak". Saya kemudian bertanya mengapa dia membicarakannya. "Yah," jawabnya. "aku harus berbicara tentang sesuatu, jadi aku memilih itu".
Fikirkan itu: Ada seorang wanita yang telah mencoba berbicara tentang perang Ethiopia-Mussolini, tetapi dia mengakui dia memiliki sedikit pengetahuan dan tidak tertarik pada topik itu. Dia telah mengabaikan syarat untuk bicara pada pilihan topik yang tepat untuk dibicarakan.
Setelah diskusi, saya berkata kepadanya: "Aku akan mendengarkan dengan hormat dengan penuh perhatian jika engkau berbicara tentang sesuatu yang telah kau alami dan ketahui, tetapi aku maupun orang lain tidak akan tertarik pada topik yang engkau sendiri tidak tertarik, seperti kisah Mussolini menginvasi Ethiopia. Engkau tidak cukup tahu tentang hal itu untuk pantas mendapatkan perhatian dan hormat kami”. 

Bicaralah Dari Hati Anda - Bukan Dari Sebuah Buku 
Beberapa siswa kursus ‘bicara di depan umum’ itu ternyata berperilaku seperti wanita itu. Mereka ingin mendapatkan topik-topik mereka dari sebuah buku atau majalah bukan dari pengetahuan dan keyakinan mereka sendiri. Sebagai contoh, beberapa tahun yang lalu, saya menjadi salah satu dari tiga hakim di kontes berbicara antar kampus perguruan tinggi melalui jaringan NBC. Hakim-hakim tidak pernah melihat para pembicara. Kami mendengarkan mereka dari Studio di sebuah pemancar Radio. Saya berharap bahwa setiap siswa dan guru materi ‘berbicara di depan umum’ dapat menyaksikan apa yang terjadi di studio. Pembicara pertama berbicara tentang "Demokrasi di Persimpangan". Pembicara berikutnya berbicara tentang "Bagaimana Mencegah Perang". Itu jelas membosankan, karena mereka hanya mengulang latihan dan hafalan kata-kata mereka secara hati-hati. Oleh karena itu, tamu dan para hakim di studio tidak memperhatikan mereka. Salah satu hakim adalah WH. Ketika dia mulai menggambar kartun dari salah satu kontestan, setiap orang berdiri dan menyaksikan dia dan mengabaikan "orasi" amatir, kata-kata yang dihafal, yang datang melalui udara.
Akan tetapi, pembicara berikutnya segera menarik perhatian saya. Seorang senior di Yale, ia berbicara tentang apa yang salah dengan perguruan tinggi. Dia telah mendapatkan topik bicara yang tepat untuk dibicarakan. Kami mendengarkan orasinya dengan hormat. Pembicara yang mendapat hadiah pertama itu mulai bicara seperti ini:
"Aku baru saja pulang dari rumah sakit di mana temanku hampir mati, karena kecelakaan mobil. Kebanyakan kecelakaan mobil disebabkan oleh ulah generasi muda. Aku adalah anggota dari generasi itu dan aku ingin bicara kepada kalian tentang penyebab kecelakaan ini.”
Setiap orang di studio tenang saat dia bicara. Dia berbicara tentang realitas, tidak mencoba membuat pidato. Dia sedang berbicara sesuatu yang topik bicaranya tepat untuk dia bicarakan. Dia sedang berbicara dari dalam ke luar.
Milikilah Semangat dan Hasrat  yang Kuat untuk Berkomunikasi
 
Saya memperingatkan anda bahwa melulu mendapatkan topik bicara yang tepat tidak akan selalu menghasilkan ceramah yang luar biasa. Ada Elemen lain harus ditambahkan - satu elemen yang sangat penting dalam berbicara, yaitu hasrat. Secara singkat, selain mendapatkan topik bicara yang tepat, pembicara harus memiliki kemauan dan hasrat yang mendalam untuk mengkomunikasikan keyakinannya dan mentransfer perasaannya kepada pendengarnya.
Guna menggambarkannya: andaikan saya diminta untuk berbicara, maka saya akan bicara tentang budidaya jagung dan babi. Mengapa? karena saya sudah menghabiskan waktu 20 tahun di pertanian jagung dan peternakan babi, jadi pasti saya telah mendapatkan topik bicara yang tepat bagi saya untuk dibicarakan. Akan tetapi, saya tidak punya hasrat khusus untuk membicarakan topik itu. Sekiranya saya diminta untuk berbicara tentang apa yang salah dengan jenis pendidikan yang saya terima di perguruan tinggi, maka saya hampir pasti tidak akan gagal jika saya berbicara tentang topik itu, karena saya sebenarnya memiliki tiga persyaratan dasar untuk ceramah yang baik. Pertama, saya akan berbicara tentang sesuatu yang topik bicaranya tepat/pas untuk dibicarakan. Kedua, saya memiliki perasaan mendalam dan keyakinan yang ingin sekali saya sampaikan kepada anda. Ketiga, saya memiliki ilustrasi yang jelas dan meyakinkan dari pengalaman saya sendiri.
Ketika ibu GK berbicara tentang penyesalan terbesar dalam hidupnya - tidak pernah tahu cinta seorang ibu - dia tidak hanya mendapatkan topik bicara yang tepat melalui penderitaannya untuk berbicara tentang topik itu, tetapi dia juga memiliki hasrat emosional yang mendalam untuk diberitahukan kepada kita. Begitu pula anggota kelas yang berbicara di kelas tentang kematian ibunya - "Bukan kehendakku, tetapi Tuhan yang melakukannya”.
Sejarah telah diubah berulang kali oleh orang-orang yang memiliki hasrat dan kemampuan untuk mentransfer keyakinan dan emosi mereka kepada pendengar mereka. Jika JW tidak punya hasrat dan kemampuan, dia tidak akan pernah mendirikan sebuah sekte keagamaan yang telah mendunia. Jika PH tidak punya hasrat dan kemampuan, seharusnya dia tidak akan pernah mengaduk imajinasi dunia dan menceburkan Eropa ke dalam kesia-sian dan Perang Salib berdarah untuk memiliki Tanah Suci. Jika Hitler tidak memiliki kemampuan bawaan untuk mentransfer kebenciannya dan kegetirannya kepada pendengarnya, ia tidak akan mempunyai kekuasaan di Jerman dan terjun ke perang dunia. 
Bicaralah Tentang Pengalaman Anda
 Anda sekarang diminta menyiapkan setidaknya selusin topik ceramah / pidato yang baik – Ceramah / pidato yang orang lain di bumi tidak dapat membuatnya kecuali anda, karena tidak ada orang lain yang memiliki pengalaman persis sama dengan yang anda miliki. Topik-topik apakah itu? Saya tidak tahu, tetapi anda tahu. Oleh karena itu, bawalah selembar kertas bersama anda selama beberapa minggu dan tulislah seperti yang anda pikirkan, semua topik-topik yang anda siapkan untuk dibicarakan berdasarkan pengalaman anda – Topik-topik itu misalnya "Penyesalan Terbesar dari Hidupku”, Ambisi Terbesarku”, dan “Mengapa Aku Suka (tidak Suka) Sekolah”. Lakukan seperti itu dan anda akan terkejut betapa cepatnya daftar topik anda itu tumbuh. 
Berikut adalah berita baik untuk anda: kemajuan anda sebagai pembicara akan amat bergantung lebih jauh kepada pilihan topik anda yang tepat untuk dibicarakan daripada kemampuan bawaan lahir anda sebagai pembicara. Anda dapat merasa nyaman dan segera membuat ceramah/pidato yang bagus jika anda hanya ingin melakukan apa yang ibu GK lakukan: berbicara tentang beberapa pengalaman yang telah mempengaruhi anda secara mendalam, beberapa pengalaman yang sedang anda pikirkan selama 20 tahun. Namun, anda mungkin tidak pernah merasa benar-benar nyaman jika anda mencoba membuat pidato tentang "invasi Mussolini ke Ethiopia" atau "Demokrasi di Persimpangan”.  

Bicaralah Tentang Hal-hal Yang Telah Anda Pelajari 
Berbicara tentang pengalaman anda sendiri adalah jelas cara tercepat untuk mengembangkan keberanian dan rasa percaya diri. Akan tetapi, setelah anda meraih sedikit pengalaman, anda ingin membicarakan topik lain. Apkah topik-topik itu? Dan di mana anda dapat menemukan mereka? Dimana-mana. Tulislah setiap ide yang terjadi kepada anda selama seminggu sebagai bahan pidato. Misalnya bila anda melihat ke kalender bahwa Hari Syukuran tercetak merah, maka bicaralah banyak hal agar menjadi orang yang bersyukur. Bila anda melihat beberapa merpati di jalan, ceritakanlah tentang itu yang menginspirasikan ide, untuk berceramah tentang merpati-merpati itu.

Bawalah Sebuah Catatan
Bawa apa yang disebut "Buku Catatan" dalam saku anda – sebuah buku di mana anda dapat menuliskan sekilas pikiran dan idenya. Mengapa Anda tidak membawa "buku catatan?" Lalu, jika anda dibuat jengkel oleh petugas yang kurang sopan, misalnya, tuliskan kata "tidak sopan" dalam buku catatan anda. Kemudian cobalah mengingat kembali dua atau tiga insiden mencolok lainnya dari ketidak-sopanan. Pilih yang terbaik dan beritahu apa yang harus dilakukan tentang itu.
Segera setelah anda mulai mencari topik-topik pembicaraan, anda akan menemukan topik-topik itu di mana-mana: di rumah, di kantor, di jalan, dll.

Ambil Topik Yang Sederhana
Ambillah topik yang sederhana – apa saja yang anda inginkan, asalkan ide mendapatkan anda, bukan anda mendapatkan ide. Hampir semua topik dapat dijadikan bahan ceramah asalkan anda sendiri telah mendapatkan topik bicara yang tepat/pas melalui studi atau pengalaman, antusias dan bersemangat untuk menceritakannya.
Pidato Terkenal Tentang Pintu Belakang
"Empat tahun lalu, ketika aku pindah ke apartemenku sekarang, pintu belakang dicat warna abu-abu yang menjemukan. Itu mengerikan. Setiap kali aku membuka pintu belakang, perasaanku tertekan. Oleh karena itu, aku lalu membeli sekaleng cat biru yang indah dan mengecat bagian luar pintu belakang, kusen pintu, dan bagian dalam pintu layar (pintu bagian dalam). Cat itu adalah warna biru yang paling indah yang pernah kulihat; dan setiap kali aku membuka pintu belakang setelah itu, tampak seolah-olah aku menyaksikan sekelumit surga.” "Aku amat marah selama hidupku ketika aku tiba di rumah satu senja dan menemukan bahwa tukang cat telah membuka paksa pintu layarku dan mengecat pintu biruku yang indah dengan warna abu-abu dempul yang paling mengerikan. Aku mendelik kepada tukang cat itu.”

Anda dapat menceritakan banyak tentang orang-orang dari pintu belakang mereka daripada anda menceritakan dari sisi pintu depan mereka. Pintu depan biasanya lebih molek hanya untuk mengesankan anda. Akan tetapi, pintu belakang dapat menceritakan banyak kisah. Sebuah pintu belakang yang jorok melambangkan rumah tangga yang jorok. Bila ada pintu belakang yang dicat warna ceria, memiliki pot-pot tanaman mekar di sekitarnya, dan kaleng sampah yang dicat dan disusun teratur, maka pintu belakang semacam itu akan memberitahu anda bahwa ada orang atraktif dengan imajinasi yang hidup di balik itu.
Sebuah pembicaraan dapat diisi dengan contoh-contoh dan ilustrasi untuk menunjukkan kekuatan para pembicara yang:
  1. Telah mendapatkan topik bicara yang tepat dengan cara belajar dan berdasarkan pengalaman mereka.  
  2. Sangat antusias; dan  
  3. Bersemangat ingin mengomunikasikan ide-ide dan perasaan mereka kepada para pendengar mereka.

Cara Menyiapkan dan Menyampaikan Ceramah / Pidato Anda


 BERIKUT 8 PRINSIP YANG AKAN MEMBANTU MENYIAPKAN CERAMAH ANDA:
I.    Buatlah catatan ringkas hal-hal menarik yang  ingin anda sebutkan.
II.    Jangan tulis ceramah Anda. 
Mengapa? Karena jika anda melakukannya, anda akan menggunakan bahasa tulis bukan bahasa mudah, bahasa percakapan; dan ketika anda berdiri untuk bicara, anda mungkin akan mencoba mengingat apa yang anda tulis. Hal itu akan menjaga anda berbicara secara alami dan dengan cemerlang.
III.   Jangan, jangan, jangan pernah menghafal ceramah anda kata demi kata.
Jika anda menghafal ceramah anda, anda hampir pasti melupakannya; dan penonton mungkin akan senang, tetapi tak seorang pun ingin mendengarkan pidato kaleng. Bahkan jika anda tidak lupa, itu akan terdengar hafalan. Anda akan terlihat menerawang jauh di mata anda dan suara anda terdengar menjauh. Anda tidak akan terdengar seperti manusia mencoba mengatakan sesuatu kepada kita.
Jika, ceramah / pidato anda lebih panjang, anda biasanya takut lupa apa yang ingin anda katakan. Oleh karena itu, buatlah beberapa catatan ringkas dan peganglah terus di tangan Anda dan kadang-kadang liriklah sejenak. Itulah biasanya yang dilakukan.
IV.  Isilah ceramah anda dengan ilustrasi dan  contoh-contoh.  
Sejauh ini, cara termudah untuk membuat ceramah menarik adalah mengisinya dengan contoh-contoh. Masalah terbesar anda dalam mempersiapkan pidato adalah bukan mendapatkan ide-ide, tetapi mendapatkan ilustrasi agar ide-ide itu jelas, hidup, dan tak terlupakan. Pidato yang disertai contoh-contoh akan menghasilkan pidato-pidato cemerlang, dan karena contoh-contoh untuk membuat pidato-pidato itu menempel di ingatan pendengar.
V.   Ketahuilah tentang topik anda lebih jauh daripada yang dapat anda gunakan
Belajarlah melalui pengalaman bertahun-tahun bahwa anda harus mendapatkan informasi yang tepat untuk pidato/ceramah anda. Buatlah diri anda menguasai betul topik anda. Kembangkan asset tak ternilai yang anda ketahui itu sebagai kekuatan cadangan anda. Dapatkan semua informasi yang diperlukan untuk pidato anda. Bila perlu carilah informasi ke perpustakaan dan baca artikel di majalah dan buku-buku tentang topik anda hingga bahan pidato anda lebih dari cukup, meski dirasakan belum memungkinkan anda untuk menggunakannya dengan yakin, jelas, dan menarik. Itu hanya memberikan kekuatan cadangan kepada anda.
VI.  Latihlah ceramah / pidato / orasi / presentasi anda dengan bercakap-cakap dengan teman-teman Anda 
Lakukan percakapan dengan orang yang anda temui di mana saja. Jika, misalnya, anda ingin berbicara tentang topik tertentu, berkelakar tentang itu dalam percakapan selama seminggu. Kemudian temukan kelakar mana yang memperoleh minat masyarakat. Itu adalah cara yang jauh lebih baik untuk berlatih berbicara daripada mencobanya dengan gerak-tubuh di depan cermin.
VII. Daripada khawatir tentang penyampaian pidato anda, carilah cara meningkatkannya.
Ketika anda menghadapi penonton, anda harus lupakan semua tentang suara, pernapasan, gerak tubuh, postur, penekanan. Lupakan segalanya kecuali apa yang sedang anda katakan. Apa yang pendengar inginkan, adalah "perbanyak materi, kurangi seni."  Anda  hanya tertarik terhadap penonton anda, dan terhadap apa yang anda katakan, dan lupakanlah diri anda sendiri siapa anda.
Jangan bayangkan bahwa mengekspresikan ide-ide dan emosi anda kepada penonton membutuhkan pelatihan teknis bertahun-tahun seperti anda harus menguasai musik atau teknik melukis. Siapa saja dapat membuat pidato hebat di rumah ketika marah. Gerak tubuh anda, postur tubuh anda, ekspresi wajah anda akan menjadi sempurna, karena semuanya merupakan ekspresi yang asli.  Ingatlah, anda tidak perlu belajar mengekspresikan emosi anda. Anda dapat mengekspresikan emosi anda luar biasa ketika anda berusia enam bulan. 
Tontonlah sekelompok anak-anak di tempat bermain. Ekspresi yang lembut, penekanan, gerak tubuh, postur, komunikasi yang sempurna! Bila anda ingin masuk ke ranah ekspresi yang baik, kembalilah menjadi seperti anak kecil yang spontan dan bebas bermain secara alami. 

Jika Sikap Anda Baik - Ceramah / Pidato Anda Juga Baik
Masalah anda adalah anda tidak mencoba untuk belajar bagaimana berbicara dengan penekanan, atau bagaimana memberi gerak tubuh atau bagaimana cara berdiri. Itu cuma akibat. Masalah anda adalah berkenaan dengan penyebab yang menghasilkan akibat itu. Penyebab itu berada jauh di dalam diri anda; itu adalah sikap mental dan emosional anda. Jika anda memiliki mental dan kondisi emosional yang benar dalam diri anda, anda akan mampu bicara luar biasa. Anda tidak perlu melakukan usaha apapun untuk melakukannya. Anda akan melakukannya secara alami seperti anda bernapas. 
Berusahalah bagaimana caranya anda melupakan diri anda sendiri dan berkeinginan untuk menafikan posisi anda, sehingga anda fokus menciptakan ceramah yang baik. Anda akan mampu memberikan ceramah berapi-api bila anda berhasil melupakan diri anda dan menafikan posisi anda topik yang anda kuasai.
Carilah satu penyebab dalam diri anda sendiri, sehingga bila ditemukan, maka semua ketakutan berbicara akan sirna. Bila anda tidak memiliki gagasan untuk disampaikan, penyebab-penyebab yang memroduksi penyampaian pidato yang baik akan bekerja untuk anda. Penyampaian pidato anda hanya akibat dari sebab yang mendahului dan memroduksinya. Jadi, jika Anda tidak suka kepada apa yang akan anda sampaikan, jangan mengacaukannya, cobalah untuk mengubahnya. Kembali ke fundamental dan ganti penyebab-penyebab yang menghasilkannya. Ubahlah sikap mental dan emosional anda.
VIII Jangan meniru orang lain. Jadilah dirimu sendiri.
Berusahalah secara sadar menjadi diri sendiri dan jangan meniru orang lain dan anda tidak mungkin menjadi orang lain. Jangan menggado-gado ide-ide orang lain dalam topik bicara anda. Berkatalah pada diri sendiri: "Aku harus menjadi diriku sendiri, dengan segala kesalahan dan keterbatasanku. Aku tidak mungkin dapat menjadi orang lain." Berhentilah berusaha untuk menjadi kombinasi orang lain, dan lakukan apa yang harus dilakukan berdasarkan pengalaman, pengamatan, dan keyakinan sendiri. Jangan coba meniru orang lain.
 

Jangan Takut Menjadi Diri Anda Sendiri
Jadilah diri anda sendiri. "Jadilah dirimu sendiri! Jangan tiru orang lain!" Itulah nasehat dalam bidang musik, tulis-menulis, dan berbicara (ceramah/pidato). Anda itu orisinal (asli). Jadilah seperti itu dengan puas hati. Tidak pernah terjadi sebelumnya, sejak fajar menyingsing, ada seseorang yang tepat sama seperti anda; dan tidak pernah ada lagi, sepanjang masa yang akan datang, akan ada orang yang sama seperti anda. Oleh karena itu, buatlah diri anda individualitas dan unik. Pidato anda harus menjadi bagian dari anda, dan melekat pada jaringan hidup Anda. Pidato anda harus semakin meningkat dari pengalaman anda, keyakinan anda, kepribadian anda, dan jalan hidup anda.
Anda dapat bicara dengan apa yang anda katakan. Anda harus menjadi seseorang berdasarkan pengalaman anda, lingkungan anda, dan keturunan anda yang telah membentuk anda. Guna menjadi orang yang lebih baik atau lebih buruk, anda harus memelihara diri anda sendiri. Guna menjadi orang yang lebih baik atau lebih buruk, anda harus memainkan instrumen anda sendiri dalam orkestra kehidupan. 

Kesimpulan
Bagaimana Membuat Kemajuan yang Cepat dan Mudah dalam Belajar Berbicara di depan Umum?
Bicaralah tentang sesuatu bila: 
  1. Anda telah mendapatkan topik bicara yang tepat melalui studi dan pengalaman;
  2. Anda sangat antusias; dan
  3. Anda bersemangat ingin memberitahu pendengar anda.

I. Buatlah catatan ringkas hal-hal menarik yang ingin anda sebutkan.

II. Jangan tulis ceramah/pidato anda.

III. Jangan, jangan, jangan pernah, menghafal ceramah/pidato anda kata demi kata.

IV. Isilah ceramah/pidato anda dengan ilustrasi dan contoh-contoh.

V. Ketahuilah tentang topik anda lebih jauh daripada yang dapat anda gunakan.

VI. Latihlah ceramah/pidato anda dengan bercakap-cakap dengan teman anda.

VII. Daripada khawatir tentang penyampaian ceramah/pidato anda, carilah cara-cara Meningkatkannya.

VIII. Jangan meniru orang lain. Jadilah diri anda sendiri..

Sistem Integrasi Ternak dan Tanaman di Lingkungannya

SISKA (SISTEM INTEGRASI SAPI-KELAPA SAWIT)

Kebutuhan sapi potong di Indonesia masih rendah dan kurang merata di beberapa tempat di Indonesia. Contohnya, sapi potong di Kaltim hanya terpenuhi seperempat dari kebutuhan pasar, sedangkan Kalsel (Kab. Tanah Laut, Tanah Bumbu, Tavalong, dan Kota Baru) surplus sapi dan dapat mengekspor sapi ke provinsi lain.

Kendala utama dalam budidaya sapi potong konvensional adalah minimnya ketersediaan pakan berkualitas secara berkelanjutan, akibat ketergantungan terhadap musim.

Salah satu upaya mengatasi pemenuhan sapi potong adalah mengimplementasikan SISKA, sistem integrasi sapi-kelapa sawit, disebut pula SITT (Sistem Integrasi Tanaman Ternak), yaitu limbah sawit dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi, yang sesungguhnya mudah pelaksanaannya dan sangat menguntungkan dari sisi kesejahteraan masyarakat, produktivitas sawit, dan produktivitas sapi.

Siska dianggap menguntungkan, karena
  • Pakan di perkebunan sawit melimpah, tak tergantung musim.
  • bahan konsentrat beserta formula dan teknologi pembuatannya tersedia.
  • Penyiapan sumber pakan, formula pakan, dan pemeliharaan sapi dilakukan secara seragam. Bila bibit sapi berkualitas unggul, maka produksi daging akan berkualitas spesifik.
  • Sapi dapat berfungsi sebagai produksi daging, pengolah limbah, penghasil listrik (biogas) dan pupuk organik (kompos).
  • Teknologi terkini dilakukan pada setiap tahapan: produksi daging, pengolah limbah, penghasil listrik (biogas), dan pupuk organik.
  • Pemeliharaan ternak berada dalam skala ekonomi kawasan (tidak terpencar-pencar) dengan norma efisiensi pada setiap tahapan, sehingga efisiensi akan semakin tinggi.
  • Gerakan swasembada daging lebih dapat diwujudkan.

Provinsi yang melakukan SITT: Babel (Kab.Babar), Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kalbar, Sumsel, Papua, Bengkulu (PT Agricinal),

Sistem itu akan berjalan bila pengusaha sawit :
  • mengikhlaskan limbah sawitnya untuk dijadikan pakan ternak 
  • memandang bahwa usaha sapi potong juga menguntungkan dengan cara melakukan kerjasama dengan para peternak
  • memanfaatkan kotoran sapi (padat atau cair) sebagai pupuk tanaman sawit
Bila hal itu tercapai, maka populasi ternak dan kesuburan tanah sawit akan meningkat. Selain itu, beberapa keuntungan bagi peternak yang mengembangkan SITT adalah:
  • Melakukan diversifikasi penggunaan sumberdaya produksi
  • Mengurangi risiko usaha akibat faktor produksi
  • Meningkatkan produksi atau pendapatan keluarga
  • Meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja
  • Meningkatkan efisiensi penggunaan input produksi atau mengurangi biaya produksi
  • Mengurangi ketergantungan energi kimia dan biologi
  • Mampu mengembangkan rumah tangga peternak yang lebih mandiri dalam hal pangan, energi (biogas), dan pendapatan secara berkelanjutan
  • Sistem ekologi lebih asri, ramah lingkungan, tidak menimbulkan polusi (zero waste).
 Model PIP (Pola Inti Plasma) dan PKOA (Pola Kerjasama Operasional Agribisnis) dapat diterapkan pada Siska. Pada model PIP, Koperasi / Perusahaan  perkebunan sawit berperan sebagai inti, dan kelompok tani-ternak sebagai plasma.  Sementara, pada model PKOA, kelompok tani-ternak menyediakan sarana produksi (sudah memiliki sedikit modal), dan perusahaan (menjadi mitra peternak) menyediakan modal / sarana lain yang tidak dapat dipenuhi kelompok.
Namun, masih sangat sedikit perusahaan (15 dari 1500 perusahaan sawit) memanfaatkan sistem integrasi sapi-sawit, sehingga peternak akan mustahil mendapatkan pakan dari limbah sawit. Perusahaan swasta baru ada 5 perusahaan sawit yang serius mengembangkan sapi; yaitu PT Agricinal (3000 ekor, Bengkulu Utara), PT Citra Borneo Indah (15.000 ekor, solid, pelepah, gulma, BIS; pupuk berasal dari kotsa dan usa), PT Medco Agro, PT Bumitama Guna Jaya Agro (pangkalan Bun, Kalteng), dan PT Buana Karya Bakti (Kalsel).

Sesungguhnya, perkebunan sawit menyediakan sumber hijauan yang melimpah, dan tidak tergantung musim, dan konsentrat dengan formula pakan, dan teknologi pembuatannya yang tersedia. Di lain fihak, dalam peternakan konvensional, ketersediaan sumbar hijauan pakan bersifat musiman (tergantung musim), berasal dai luar milik petani-peternak atau dari daerah lain, dan kemampuan pemberian konsentrat yang terbatas.
Pakan ternak dari sawit yang perlu dimanfaatkan maksimal:
  • BIS (Bungkil Inti Sawit), sekitar 30% dalam campuran pakan ternak (masih sering diekspor untuk pakan ternak asing oleh pengusaha; mohon stop ekspor BIS, karena sapi lokal memerlukannya).
  • Pelepah sawit
  • Tandan kosong sawit (tankos, perlu difermentasi)
  • Lumpur sawit (solid decanter)
  • Serat perasan buah
  • Rumput hijauan antar tanaman (cover crop)
  • Gulma sawit

SISTEM INTEGRASI SAPI-JAGUNG
Peternakan sapi di Desa Banyubang, Kec. Solokuro, Lamongan, Jatim, memanfaatkan tanaman jagung sebagai pakan. Setelah memanen jagung, batang dan bonggol, dan kulit jagung diolah menjadi pakan sapi yang diberikan secara langsung atau via fermentasi. Kotoran sapi diubah menjadi biogas sebagai pembangkit tenaga listrik, sedangkan limbah biogas digunakan sebagai pupuk granul organik. Tidak ada limbah jagung yang tersisa, semuanya terpakai.


SISTEM INTEGRASI PADI-TERNAK (SIPT)

Program terobosan lainnya adalah SIPT yang lazimnya disebut dengan istilah CLS (Crop Livestock System) dengan tujuan menghemat penggunaan pakan ternak, pupuk dan lahan, dengan biaya semurah mungkin sehingga produksi ternak dan jerami padi (bekatul/dedak) meningkatkan pendapatan petani-peternak. Program ini memanfaatkan sumber daya lokal jerami padi sebagai pakan ternak dan kotoran sapi untuk diproses menjadi pupuk organik. Petani memiliki lahan sawah irigasi sekaligus memelihara ternak sapi.

Teknologi utama SIPT adalah 1) teknologi budidaya ternak; 2) teknologi budidaya padi; dan 3) teknologi pengolahan jerami (via fermentasi) dan kompos.

Provinsi yang menerapkan program ini: NTT (Lombar, Bima), Jatim (Blitar, Magetan), Jabar (Subang, Karawang, Kuningan, dan Majalengka).


SISTEM INTEGRASI TERNAK-GEDEBOG PISANG (+eceng gondok)

Budidaya tanaman pisang mendapatkan produk samping berupa batang (gedebog), daun, buah afkir, dan anakan tanaman hasil penjarangan yang semuanya berpotensi sebagai komponen ruminansia. Salah satu cara pembuatan awal pakan ternak dari gedebog pisang dan tambahan nutrisi lainnya (ampas tahu, SOC, dll) yang diaduk merata dapat dilihat disini, kemudian dimasukkan ke dalam drum, tutup rapat, agar proses fermentasi berlangsung selama 3 jam (ada penaikan suhu, perubahan warna, dan adanya pelapukan).
Gedebog pisang tidak dapat diberikan langsung, karena nilai palatabilitasnya rendah, akibat adanya unsur tannin senyawa phenol yang mengganggu kecernaan bahan organik khususnya protein dengan terbentuknya ikatan kompleks tannin-protein berlebihan yang sulit dicerna, dan adanya kandungan serat kasar yang tinggi. Oleh karena itu, gedebog pisang harus dikenai teknologi bioproses fermentasi anaerob dengan hasil akhir silase batang pisang. Di sisi lain, kadar nutrisinya juga masih kurang, sehingga perlu diperkaya dengan tambahan nutrisi yang diaduk merata, misalnya umbi singkong, biji jagung, eceng gondok, bekatul, ampas tahu, dedak, garam, larutan SOC, dll.

KAMBING-SAWIT

Pelepah cacah
Sistem Integrasi Kambing-Sawit adalah sistem yang menjanjikan pula. Pengembangan model ini berdasarkan demand driven (potensi pasar kambing) atau supply driven (ketersediaan sumber daya pakan). Limbah kelapa sawit (banyak di Kalimantan dan Sumatera) yang dapat dijadikan pakan kambing adalah pelepah sawit, lumpur sawit, dan bungkil inti sawit. Sementara di Sulawesi dan Bali, banyak terdapat limbah kakao sebagai pakan kambing. Komposisi untuk 1 ton pakan mengandung 20% pelepah cacah, 30% bungkil inti sawit, 12,3% lumpur sawit, 4%bungkil keledai, 20% indigofera dan molases. Bila diberikan pada kambing sebanayk 1/4 berat badannya, ia akan bertambah 100-120 grm/hari (pakan rumput hanya 60gram/hari).


Disusun oleh Fathurrachman Fagi; WA 0812-1088-1386; ffagi@yahoo.com