Tulisan di bawah disadur dari info yang tersedia di sumber terbuka
berikut (
Speak More Effectively by Dale Carnegie).
BICARA LEBIH EFEKTIF
(Oleh Dale Carnegie, DC)
Tulisan ini menguak rahasia ceramah / pidato / orasi /
presentasi yang efektif dengan cara yang mudah, jelas, dan menggambarkannya secara
gamblang. Bacalah, pelajarilah, dan garis-bawahilah
bagian-bagian yang penting.
Bicara Di Depan Umum - Cara Cepat Dan Mudah
Jika anda mengetahui rahasia berbicara
dan menulis yang efektif, maka anda mestinya dapat menghindarkan diri anda dari upaya sia-sia bertahun-tahun yang melelahkan.
Habiskan Waktu Bertahun-tahun dalam Penyiapannya
Rahasia cara cepat dan mudah berbicara di depan umum adalah
- Bicaralah sesuatu bila anda telah mendapatkan topik bicara
yang tepat melalui studi panjang atau pengalaman;
- Bicaralah sesuatu yang anda
tahu, dan tahu bahwa anda tahu. Jangan habiskan waktu sepuluh menit atau
sepuluh jam mempersiapkan bahan bicara: habiskan waktu sepuluh minggu atau
sepuluh bulan. Lebih baik lagi, habiskan waktu sepuluh tahun;
- Bicaralah sesuatu yang
merangsang minat anda;
- Bicaralah sesuatu yang menimbulkan keinginan mendalam anda untuk berkomunikasi
dengan pendengar anda.
Guna menggambarkan apa
yang dimaksud, ambillah contoh seorang ibu rumah tangga GK yang tidak pernah menyampaikan pidato di depan umum sebelum dia
bergabung dengan salah satu kelas training DC. Dia ketakutan. Dia takut bahwa
berbicara di depan umum menjadi hambatan jauh melampaui batas kemampuannya.
Namun, pada sesi keempat tentu saja, saat dia menyampaikan pidato/ceramah
dadakan, dia membuat penonton terpesona. Saya memintanya untuk bicara tentang "Penyesalan
Terbesar Dalam Hidupku". Ibu tsb kemudian menyampaikan ceramah yang
sangat menyentuh kalbu. Pendengar hampir tidak dapat menahan linangan air mata. Saya tahu itu.
Saya juga hampir tidak dapat menahan linangan air mata yang telah menggenang di
mata saya sendiri.
Ceramahnya seperti ini: "Penyesalan
terbesar dalam hidupku adalah bahwa aku tidak pernah tahu cinta seorang ibu.
Ibuku meninggal ketika aku masih berumur satu tahun. Aku dibesarkan oleh bibi
dan kerabat lain yang begitu asyik dengan anak mereka sendiri dan mereka tidak
punya waktu untukku. Aku tidak pernah tinggal dengan salah satu dari mereka dalam
waktu yang lama. Mereka selalu tidak suka melihat aku datang dan senang
melihat aku
pergi. Mereka tidak pernah memberikan
perhatian kepadaku atau memberiku kasih sayang. Aku tahu aku tidak diinginkan.
Bahkan, sebagai seorang anak kecil aku dapat merasakannya. Sering aku menangis
sampai tertidur, karena kesepian. Keinginan terdalam hatiku adalah meminta seseorang
untuk melihat buku raporku dari sekolah. Namun, tidak seorangpun yang pernah melakukannya.
Tak seorangpun yang peduli. Semua yang kudambakan sebagai anak kecil adalah
cinta, dan tidak seorangpun yang pernah memberikannya kepadaku".
Apakah ibu tsb
menghabiskan waktu sepuluh tahun mempersiapkan ceramah itu? Malah lebih dari itu. Dia telah
menghabiskan waktu dua puluh tahun. Dia telah mempersiapkan dirinya sendiri
untuk membuat ceramah itu ketika dia menangisi dirinya sendiri hingga tidur
sebagai anak kecil. Dia telah menyiapkan dirinya untuk membuat ceramah itu
ketika hatinya sakit, karena tidak seorangpun mau melihat rapornya dari
sekolah. Pantas dia mampu menyampaikan ceramah tentang topik itu. Dia tidak
dapat menghapus semua kenangan awal dari pikirannya. Dia telah
menemukan kembali sebuah gudang kenangan tragis dan perasaan yang jauh
terpendam dalam dirinya. Dia tidak harus memompanya keluar. Dia tidak harus bekerja untuk membuat ceramah itu. Semua yang harus
dia lakukan adalah membiarkan perasaan terpendam dan kenangan-kenangan itu berdesakan
keluar sampai ke permukaan seperti minyak memancar dari sebuah sumur.
Tekanan dan beban hidup membuat ceramah yang baik itu akan menjadi mudah dan ringan. Ceramah
tidak efektif adalah biasanya sesuatu yang ditulis, diingat, dilebih-lebihkan,
dan dibuat-buat. Ceramah yang baik adalah ceramah yang tersusun rapi dalam diri
anda dan mengalir seperti sebuah air mancur. Banyak orang membicarakan cara
saya berenang, saya berjuang, melawan arus air, dan memanfaatkan diri sendiri dengan
baik seperti yang dilakukan oleh para ahli. Para pembicara yang buruk, seperti para
perenang yang buruk, kaku, tegang, dan memelintir diri mereka sendiri dalam
kesulitan, sehingga mengalahkan tujuan ceramah mereka sendiri.
Bahkan orang-orang dengan hanya kemampuan berbicara
biasa-biasa saja dapat membuat ceramah yang luar biasa jika mereka akan berbicara
tentang sesuatu yang sangat mengusik mereka. Saya melihat ilustrasi mencolok itu
beberapa tahun yang lalu ketika saya sedang melaksanakan kursus di tempat lain di Brooklyn. Itu adalah contoh yang saya ingat seumur hidup. Hal itu
terjadi seperti berikut:
Kami memiliki sesi yang dimaksudkan untuk ceramah dadakan.
Setelah kelas terbentuk, saya meminta mereka untuk berbicara tentang "Apa
(jika ada) yang Salah dengan Agama?"
Salah satu peserta kursus (pria, yang tidak lulus SMA)
melakukan sesuatu terhadap penonton yang belum pernah saya lihat dilakukan oleh
pembicara lain di tahun-tahun saya melatih orang-orang untuk berbicara di depan
umum. Ceramahnya begitu lancar, dan ketika dia selesai, setiap orang di ruangan
itu berdiri senyap menghormatinya.
Pria ini menceritakan tentang tragedi terbesar dalam
hidupnya: kematian ibunya. Dia
begitu hancur, sangat berduka, sehingga dia tak ingin hidup lagi. Dia berkata bahwa
ketika dia pergi keluar rumah, meski hari cerah, itu terasa seolah-olah dia
hanyut dalam suasana kabut.
Dia merindukan mati. Dalam keputus-asaan, ia pergi ke
gereja, berlutut, menangis, dan berdo’a, dan mengharapkan kedamaian datang padanya
- dia pasrah berserah diri kepada Illahi: "Wahai Tuhanku, ini bukan
kehendakku, tetapi ini kehendak-Mu, Engkau yang lakukan”.
Saat dia menyelesaikan ceramahnya, kata dia, yang menirukan
suara penyampai wahyu: "Tidak ada yang salah dengan agama! Tidak ada yang
salah dengan kasih Tuhan"
Saya tidak akan pernah lupa bahwa ceramah itu memberikan
dampak emosional. Ketika saya mengucapkan selamat kepada pembicara itu tentang ceramahnya
yang begitu lancar, ia menjawab: "Ya, dan aku membuatnya tanpa persiapan
apapun.”
Persiapan? Yah, memang dia tidak menyiapkan ceramah itu.
Sebenarnya, saya tidak tahu pasti apa yang dimaksud dengan persiapan. Dia
bermaksud, tentu saja, dia tidak memberitahukan dulu bahwa dia akan berbicara
tentang topik itu. Saya senang dia tidak melakukannya, sebab jika dia memberitahukan
terlebih dahulu, kemungkinan ceramahnya kurang efektif. Dia mungkin telah mengupayakannya
dan mencoba untuk membuat ceramah buatan. Namun sebaliknya, dia lakukan seperti
apa yang Ibu GK lakukan beberapa tahun kemudian - dia berdiri, membuka
hatinya, dan berbicara seperti seorang manusia bercakap-cakap dengan yang lain.
Hakekat dari masalah ini adalah dia sedang menyiapkan ceramah
itu ketika dia berlutut, menangis dan berdo’a. Kehidupan, perasaan, fikiran, keabadian
adalah "lontaran dan anak panah keberuntungan" – itulah persiapan
terbaik yang belum pernah dirancang baik untuk berbicara maupun menulis.
Lihatlah dalam Diri AndaTopik-topik yang Akan Anda Bicarakan
Apakah para pemula tahu bahwa mereka perlu mencari topik-topik
di dalam diri mereka? Tahukah mereka? Mereka bahkan tidak pernah mendengar itu!
Mereka malah cenderung mencari topik-topik dalam majalah. Sebagai contoh, saya
ingat suatu saat ada pertemuan di kereta bawah tanah, salah seorang mahasiswa
kami – wanita yang berkecil hati, karena dia hanya membuat sedikit kemajuan dalam
kursus ini. Saya bertanya padanya apa yang telah dia bicarakan minggu lalu.
Saya menemukan bahwa dia berbicara tentang apakah Mussolini harus diizinkan
untuk menyerang Ethiopia. Dia mendapatkan informasi dari sebuah artikel
di majalah Time. Dia
telah membaca artikel itu dua kali. Saya bertanya apakah dia tertarik pada topik
itu, dan dia berkata, "Tidak". Saya kemudian bertanya mengapa dia membicarakannya.
"Yah," jawabnya. "aku harus berbicara tentang sesuatu, jadi aku
memilih itu".
Fikirkan itu: Ada seorang wanita yang telah mencoba
berbicara tentang perang Ethiopia-Mussolini, tetapi dia mengakui dia memiliki
sedikit pengetahuan dan tidak tertarik pada topik itu. Dia telah mengabaikan
syarat untuk bicara pada pilihan topik yang tepat untuk dibicarakan.
Setelah diskusi, saya berkata kepadanya: "Aku akan mendengarkan
dengan hormat dengan penuh perhatian jika engkau berbicara tentang sesuatu yang
telah kau alami dan ketahui, tetapi aku maupun orang lain tidak akan tertarik pada
topik yang engkau sendiri tidak tertarik, seperti kisah Mussolini menginvasi
Ethiopia. Engkau tidak cukup tahu tentang hal itu untuk pantas mendapatkan perhatian
dan hormat kami”.
Bicaralah Dari Hati Anda - Bukan Dari Sebuah Buku
Beberapa siswa kursus ‘bicara di depan umum’ itu ternyata
berperilaku seperti wanita itu. Mereka ingin mendapatkan topik-topik mereka
dari sebuah buku atau majalah bukan dari pengetahuan dan keyakinan mereka sendiri.
Sebagai contoh, beberapa tahun yang lalu, saya menjadi salah satu dari tiga hakim
di kontes berbicara antar kampus perguruan tinggi melalui jaringan NBC. Hakim-hakim
tidak pernah melihat para pembicara. Kami mendengarkan mereka dari Studio di sebuah pemancar Radio. Saya berharap bahwa setiap siswa dan
guru materi ‘berbicara di depan umum’ dapat menyaksikan apa yang terjadi di
studio. Pembicara pertama berbicara tentang "Demokrasi di Persimpangan".
Pembicara berikutnya berbicara tentang "Bagaimana Mencegah Perang".
Itu jelas membosankan, karena mereka hanya mengulang latihan dan hafalan
kata-kata mereka secara hati-hati. Oleh karena itu, tamu dan para hakim di
studio tidak memperhatikan mereka. Salah satu
hakim adalah WH. Ketika dia mulai menggambar kartun dari salah
satu kontestan, setiap orang berdiri dan menyaksikan dia dan mengabaikan "orasi"
amatir, kata-kata yang dihafal, yang datang melalui udara.
Akan tetapi, pembicara berikutnya segera menarik
perhatian saya. Seorang senior di Yale, ia berbicara tentang apa yang salah
dengan perguruan tinggi. Dia telah mendapatkan topik bicara yang tepat untuk dibicarakan.
Kami mendengarkan orasinya dengan hormat. Pembicara yang mendapat hadiah
pertama itu
mulai bicara seperti ini:
"Aku baru saja pulang dari rumah sakit di mana temanku hampir
mati, karena kecelakaan mobil. Kebanyakan kecelakaan mobil disebabkan
oleh ulah generasi muda. Aku adalah anggota dari generasi itu dan aku ingin bicara
kepada kalian tentang penyebab kecelakaan ini.”
Setiap orang di studio tenang saat dia bicara. Dia berbicara tentang realitas, tidak mencoba membuat pidato. Dia sedang berbicara sesuatu yang topik bicaranya tepat
untuk dia bicarakan. Dia sedang berbicara dari dalam ke luar.
Milikilah Semangat dan Hasrat yang Kuat untuk Berkomunikasi
Saya memperingatkan anda bahwa melulu
mendapatkan topik bicara yang tepat tidak akan selalu menghasilkan ceramah yang
luar biasa. Ada Elemen lain harus ditambahkan - satu elemen yang sangat penting
dalam berbicara, yaitu hasrat. Secara singkat, selain mendapatkan topik bicara yang tepat, pembicara harus memiliki kemauan dan hasrat yang mendalam untuk mengkomunikasikan
keyakinannya dan mentransfer perasaannya kepada pendengarnya.
Guna menggambarkannya: andaikan saya diminta untuk
berbicara, maka saya akan bicara tentang budidaya jagung dan babi. Mengapa? karena saya sudah menghabiskan waktu 20 tahun di pertanian jagung dan peternakan babi, jadi pasti
saya telah mendapatkan topik bicara yang tepat bagi saya untuk dibicarakan. Akan tetapi, saya
tidak punya hasrat khusus untuk membicarakan topik itu. Sekiranya saya diminta
untuk berbicara tentang apa yang salah dengan jenis pendidikan yang saya terima
di perguruan tinggi, maka saya hampir pasti tidak akan gagal jika saya berbicara
tentang topik itu, karena saya sebenarnya memiliki tiga persyaratan dasar untuk
ceramah yang baik. Pertama, saya akan berbicara tentang sesuatu yang topik
bicaranya tepat/pas untuk dibicarakan. Kedua, saya memiliki perasaan mendalam
dan keyakinan yang ingin sekali saya sampaikan kepada anda. Ketiga, saya
memiliki ilustrasi yang jelas dan meyakinkan dari pengalaman saya sendiri.
Ketika ibu GK berbicara tentang penyesalan terbesar dalam
hidupnya - tidak pernah tahu cinta seorang ibu - dia tidak hanya mendapatkan topik
bicara yang tepat melalui penderitaannya untuk berbicara tentang topik itu, tetapi
dia juga memiliki hasrat emosional yang mendalam untuk diberitahukan kepada
kita. Begitu pula anggota kelas yang berbicara di kelas
tentang kematian ibunya - "Bukan kehendakku, tetapi Tuhan yang
melakukannya”.
Sejarah telah diubah berulang kali oleh orang-orang yang
memiliki hasrat dan kemampuan untuk mentransfer keyakinan dan emosi mereka
kepada pendengar mereka. Jika JW tidak punya hasrat dan kemampuan, dia
tidak akan pernah mendirikan sebuah sekte keagamaan yang telah mendunia. Jika
PH tidak punya hasrat dan kemampuan, seharusnya dia tidak akan pernah
mengaduk imajinasi dunia dan menceburkan Eropa ke dalam kesia-sian dan Perang
Salib berdarah untuk memiliki Tanah Suci. Jika Hitler tidak memiliki kemampuan
bawaan untuk mentransfer kebenciannya dan kegetirannya kepada pendengarnya, ia
tidak akan mempunyai kekuasaan di Jerman dan terjun ke perang dunia.
Bicaralah Tentang Pengalaman Anda
Anda sekarang diminta menyiapkan setidaknya selusin topik
ceramah / pidato yang baik – Ceramah / pidato yang orang lain di bumi tidak dapat
membuatnya kecuali anda, karena tidak ada orang lain yang memiliki pengalaman
persis sama dengan yang anda miliki. Topik-topik apakah itu? Saya tidak tahu,
tetapi anda tahu. Oleh karena itu, bawalah selembar kertas bersama anda selama
beberapa minggu dan tulislah seperti yang anda pikirkan, semua topik-topik yang
anda siapkan untuk dibicarakan berdasarkan pengalaman anda – Topik-topik itu
misalnya "Penyesalan Terbesar dari Hidupku”, Ambisi Terbesarku”, dan
“Mengapa Aku Suka (tidak Suka) Sekolah”. Lakukan seperti itu dan anda akan
terkejut betapa cepatnya daftar topik anda itu tumbuh.
Berikut adalah berita baik untuk anda: kemajuan anda
sebagai pembicara akan amat bergantung lebih jauh kepada pilihan topik anda yang
tepat untuk dibicarakan daripada kemampuan bawaan lahir anda sebagai pembicara.
Anda dapat merasa nyaman dan segera membuat ceramah/pidato yang bagus jika anda
hanya ingin melakukan apa yang ibu GK lakukan: berbicara tentang beberapa
pengalaman yang telah mempengaruhi anda secara mendalam, beberapa pengalaman
yang sedang anda pikirkan selama 20 tahun. Namun, anda mungkin tidak
pernah merasa benar-benar nyaman jika anda mencoba membuat pidato tentang
"invasi Mussolini ke Ethiopia" atau "Demokrasi di Persimpangan”.
Bicaralah Tentang Hal-hal Yang Telah Anda Pelajari
Berbicara tentang pengalaman anda sendiri adalah jelas cara
tercepat untuk mengembangkan keberanian dan rasa percaya diri. Akan tetapi, setelah
anda meraih sedikit pengalaman, anda ingin membicarakan topik lain. Apkah
topik-topik itu? Dan di mana anda dapat menemukan mereka? Dimana-mana. Tulislah setiap ide yang terjadi kepada anda selama seminggu sebagai
bahan pidato. Misalnya bila anda melihat ke kalender bahwa Hari
Syukuran tercetak merah, maka bicaralah banyak hal agar menjadi orang yang bersyukur. Bila anda melihat beberapa merpati di jalan, ceritakanlah tentang itu yang menginspirasikan ide, untuk berceramah tentang merpati-merpati itu.
Bawalah Sebuah Catatan
Bawa apa
yang disebut "Buku Catatan" dalam saku anda – sebuah buku di mana anda dapat menuliskan sekilas pikiran dan idenya.
Mengapa Anda tidak membawa "buku catatan?" Lalu, jika anda dibuat jengkel
oleh petugas yang kurang sopan, misalnya, tuliskan kata "tidak sopan"
dalam buku catatan anda. Kemudian cobalah mengingat kembali dua atau tiga insiden
mencolok lainnya dari ketidak-sopanan. Pilih yang terbaik dan beritahu apa yang
harus dilakukan tentang itu.
Segera setelah anda mulai mencari topik-topik
pembicaraan, anda akan menemukan topik-topik itu di mana-mana: di rumah, di kantor,
di jalan, dll.
Ambil Topik Yang Sederhana
Ambillah topik yang sederhana – apa saja yang anda inginkan, asalkan ide mendapatkan anda, bukan anda mendapatkan ide. Hampir semua topik dapat dijadikan bahan ceramah asalkan anda sendiri telah mendapatkan topik bicara yang tepat/pas melalui studi atau pengalaman, antusias dan bersemangat untuk menceritakannya.
Pidato Terkenal Tentang Pintu Belakang
"Empat tahun
lalu, ketika aku pindah ke apartemenku sekarang, pintu belakang dicat warna
abu-abu yang menjemukan. Itu mengerikan. Setiap kali aku membuka pintu
belakang, perasaanku tertekan. Oleh karena itu, aku lalu membeli sekaleng cat
biru yang indah dan mengecat bagian luar pintu belakang, kusen pintu, dan
bagian dalam pintu layar (pintu bagian dalam). Cat itu adalah warna biru yang
paling indah yang pernah kulihat; dan setiap kali aku membuka pintu belakang
setelah itu, tampak seolah-olah aku menyaksikan sekelumit surga.” "Aku amat marah selama hidupku ketika aku tiba di rumah satu senja dan menemukan bahwa tukang cat telah membuka paksa pintu layarku dan mengecat
pintu biruku yang indah dengan warna abu-abu dempul yang paling mengerikan. Aku
mendelik kepada tukang cat itu.”
Anda dapat menceritakan banyak tentang orang-orang
dari pintu belakang mereka daripada anda menceritakan dari sisi pintu depan
mereka. Pintu depan biasanya lebih molek hanya untuk mengesankan anda. Akan
tetapi, pintu belakang dapat menceritakan banyak kisah. Sebuah pintu belakang yang
jorok melambangkan rumah tangga yang jorok. Bila ada pintu belakang yang dicat warna
ceria, memiliki pot-pot tanaman mekar di sekitarnya, dan kaleng sampah yang dicat
dan disusun teratur, maka pintu belakang semacam itu akan memberitahu anda
bahwa ada orang atraktif dengan imajinasi yang hidup di balik itu.
Sebuah pembicaraan dapat diisi
dengan contoh-contoh dan ilustrasi untuk menunjukkan kekuatan para pembicara yang:
- Telah mendapatkan topik bicara yang tepat dengan cara belajar dan berdasarkan pengalaman mereka.
- Sangat antusias; dan
- Bersemangat ingin mengomunikasikan ide-ide dan perasaan mereka kepada para pendengar mereka.
Cara Menyiapkan dan Menyampaikan Ceramah / Pidato Anda
BERIKUT 8 PRINSIP YANG AKAN MEMBANTU MENYIAPKAN CERAMAH ANDA:
I. Buatlah catatan ringkas hal-hal
menarik yang ingin anda sebutkan.
II. Jangan tulis ceramah Anda.
Mengapa? Karena jika anda melakukannya, anda akan
menggunakan bahasa tulis bukan bahasa mudah, bahasa percakapan; dan ketika anda
berdiri untuk bicara, anda mungkin akan mencoba mengingat apa yang anda tulis.
Hal itu akan menjaga anda berbicara secara
alami dan dengan cemerlang.
III. Jangan, jangan, jangan pernah menghafal ceramah anda kata demi kata.
Jika anda menghafal ceramah anda, anda hampir pasti melupakannya;
dan penonton mungkin akan senang, tetapi tak seorang pun ingin mendengarkan pidato
kaleng. Bahkan jika anda tidak lupa, itu akan terdengar hafalan. Anda akan terlihat
menerawang jauh di mata anda dan suara anda terdengar menjauh. Anda tidak akan terdengar seperti manusia mencoba mengatakan
sesuatu kepada kita.
Jika, ceramah / pidato anda lebih panjang, anda biasanya takut
lupa apa yang ingin anda katakan. Oleh karena itu, buatlah beberapa catatan
ringkas dan peganglah terus di tangan Anda dan kadang-kadang liriklah sejenak.
Itulah biasanya yang dilakukan.
IV. Isilah ceramah anda dengan
ilustrasi dan contoh-contoh.
Sejauh ini, cara termudah untuk membuat ceramah menarik adalah
mengisinya dengan contoh-contoh. Masalah
terbesar anda dalam mempersiapkan pidato adalah bukan mendapatkan
ide-ide, tetapi mendapatkan ilustrasi agar ide-ide itu jelas, hidup, dan tak
terlupakan. Pidato yang disertai contoh-contoh akan menghasilkan pidato-pidato
cemerlang, dan karena contoh-contoh untuk membuat pidato-pidato
itu menempel di ingatan pendengar.
V. Ketahuilah tentang topik anda
lebih jauh daripada yang dapat anda gunakan
Belajarlah melalui pengalaman
bertahun-tahun bahwa anda harus mendapatkan informasi yang tepat untuk pidato/ceramah anda. Buatlah diri anda
menguasai betul topik anda. Kembangkan asset tak ternilai yang anda ketahui itu
sebagai kekuatan cadangan anda. Dapatkan semua informasi yang diperlukan
untuk pidato anda. Bila perlu carilah informasi ke perpustakaan dan baca artikel di majalah dan buku-buku tentang topik anda hingga bahan pidato anda lebih dari cukup, meski dirasakan belum
memungkinkan anda untuk menggunakannya dengan yakin, jelas, dan menarik. Itu hanya memberikan kekuatan cadangan kepada anda.
VI. Latihlah
ceramah / pidato / orasi / presentasi anda dengan bercakap-cakap dengan teman-teman
Anda
Lakukan percakapan dengan orang yang anda
temui di mana saja. Jika, misalnya, anda ingin berbicara tentang topik tertentu, berkelakar tentang itu dalam percakapan selama seminggu. Kemudian temukan kelakar mana yang memperoleh minat masyarakat. Itu adalah cara
yang jauh lebih baik untuk berlatih berbicara daripada mencobanya dengan
gerak-tubuh di depan cermin.
VII. Daripada khawatir tentang penyampaian pidato anda, carilah cara meningkatkannya.
Ketika anda menghadapi penonton, anda
harus lupakan semua tentang suara, pernapasan, gerak tubuh, postur, penekanan. Lupakan
segalanya kecuali apa yang sedang anda katakan. Apa yang pendengar inginkan,
adalah "perbanyak materi, kurangi seni." Anda hanya tertarik terhadap penonton anda, dan terhadap apa yang anda katakan, dan
lupakanlah diri anda sendiri siapa anda.
Jangan bayangkan bahwa mengekspresikan ide-ide dan emosi anda
kepada penonton membutuhkan pelatihan teknis bertahun-tahun seperti anda harus menguasai
musik atau teknik melukis. Siapa saja dapat membuat pidato hebat di rumah ketika
marah. Gerak tubuh anda,
postur tubuh anda, ekspresi wajah anda akan menjadi sempurna, karena semuanya
merupakan ekspresi yang asli. Ingatlah, anda tidak perlu belajar mengekspresikan
emosi anda. Anda dapat mengekspresikan emosi anda luar biasa ketika anda
berusia enam bulan.
Tontonlah sekelompok anak-anak di tempat bermain. Ekspresi
yang lembut, penekanan, gerak tubuh, postur, komunikasi yang sempurna! Bila anda ingin masuk ke ranah ekspresi yang baik, kembalilah menjadi seperti anak kecil yang spontan dan bebas bermain secara alami.
Jika Sikap Anda Baik - Ceramah / Pidato Anda Juga Baik
Masalah anda adalah anda tidak mencoba untuk belajar
bagaimana berbicara dengan penekanan, atau bagaimana memberi gerak tubuh atau bagaimana
cara berdiri. Itu cuma akibat. Masalah anda adalah berkenaan dengan penyebab
yang menghasilkan akibat itu. Penyebab itu berada jauh di dalam diri anda; itu adalah sikap mental dan emosional anda. Jika
anda memiliki mental dan kondisi emosional yang benar dalam diri anda, anda
akan mampu bicara luar biasa. Anda tidak perlu melakukan usaha apapun untuk
melakukannya. Anda akan melakukannya secara alami seperti anda bernapas.
Berusahalah bagaimana caranya anda melupakan diri anda sendiri dan berkeinginan untuk menafikan posisi anda, sehingga anda fokus menciptakan ceramah yang baik. Anda akan mampu memberikan ceramah berapi-api bila anda berhasil melupakan diri anda dan menafikan posisi anda topik yang anda kuasai.
Carilah satu penyebab dalam diri anda sendiri, sehingga bila ditemukan, maka semua ketakutan berbicara akan sirna. Bila anda tidak memiliki gagasan
untuk disampaikan, penyebab-penyebab yang memroduksi penyampaian pidato yang
baik akan bekerja untuk anda. Penyampaian pidato anda hanya akibat
dari sebab yang mendahului dan memroduksinya. Jadi, jika Anda tidak suka kepada
apa yang akan anda sampaikan, jangan mengacaukannya, cobalah untuk mengubahnya.
Kembali ke fundamental dan ganti penyebab-penyebab yang menghasilkannya. Ubahlah
sikap mental dan emosional anda.
VIII Jangan meniru orang lain. Jadilah dirimu
sendiri.
Berusahalah secara sadar menjadi diri sendiri dan jangan meniru orang lain dan anda tidak mungkin menjadi orang lain. Jangan menggado-gado ide-ide orang lain dalam topik bicara anda. Berkatalah pada diri sendiri: "Aku
harus menjadi diriku sendiri, dengan segala kesalahan dan keterbatasanku. Aku tidak
mungkin dapat menjadi orang lain." Berhentilah berusaha untuk
menjadi kombinasi orang lain, dan lakukan
apa yang harus dilakukan berdasarkan pengalaman, pengamatan, dan keyakinan sendiri. Jangan coba meniru orang lain.
Jangan Takut Menjadi Diri Anda Sendiri
Jadilah diri anda sendiri. "Jadilah dirimu sendiri! Jangan tiru orang lain!"
Itulah nasehat dalam bidang musik, tulis-menulis, dan berbicara
(ceramah/pidato). Anda itu orisinal (asli). Jadilah seperti itu dengan puas
hati. Tidak pernah terjadi sebelumnya, sejak fajar menyingsing, ada seseorang
yang tepat sama seperti anda; dan tidak pernah ada lagi, sepanjang masa yang
akan datang, akan ada orang yang sama seperti anda. Oleh karena itu, buatlah diri
anda individualitas dan unik. Pidato anda harus menjadi bagian dari anda, dan
melekat pada jaringan hidup Anda. Pidato anda harus semakin meningkat dari pengalaman anda, keyakinan anda, kepribadian anda, dan jalan hidup anda.
Anda
dapat bicara dengan apa yang anda katakan. Anda harus menjadi seseorang
berdasarkan pengalaman anda, lingkungan anda, dan keturunan anda yang telah
membentuk anda. Guna menjadi orang yang lebih baik atau lebih buruk, anda harus
memelihara diri anda sendiri. Guna menjadi orang yang lebih baik atau lebih
buruk, anda harus memainkan instrumen anda sendiri dalam orkestra kehidupan.
Kesimpulan
Bagaimana
Membuat Kemajuan yang Cepat dan Mudah dalam Belajar Berbicara di
depan Umum?
Bicaralah tentang sesuatu bila:
- Anda telah mendapatkan topik bicara yang tepat melalui studi dan pengalaman;
- Anda sangat antusias; dan
- Anda bersemangat ingin memberitahu pendengar anda.
I. Buatlah catatan ringkas hal-hal menarik yang ingin anda sebutkan.
II. Jangan tulis ceramah/pidato anda.
III. Jangan, jangan, jangan pernah, menghafal ceramah/pidato anda kata demi kata.
IV. Isilah ceramah/pidato anda dengan ilustrasi dan contoh-contoh.
V. Ketahuilah tentang topik anda lebih jauh daripada yang dapat anda gunakan.
VI. Latihlah ceramah/pidato anda dengan bercakap-cakap dengan teman anda.
VII. Daripada khawatir tentang penyampaian ceramah/pidato anda, carilah cara-cara Meningkatkannya.
VIII. Jangan meniru orang lain. Jadilah diri anda sendiri..